4.3 Persiapan Mengajar

Mengajar dengan baik tidak mungkin tanpa persiapan yang cukup. Memang ada beberapa dosen, yang bangun tidur, cuci muka, dan langsung bisa mengajar dengan baik. Namun, nampaknya tidak banyak yang seperti itu. Yang dapat seperti itu pun, materinya akan selalu sama dari waktu ke waktu.

Mempersiapkan diri dengan baik sebelum mengajar adalah wujud seorang dosen menghargai diri sendiri dan menghargai mahasiswa. Untuk mengajar dua jam di kelas, sangat mungkin persiapannya lebih dari dua jam, atau bahkan dua hari.

Meski salah satu tugas dosen mengajar, bukan berarti dosen mengetahui semua yang akan diajarkan sejak lama. Ilmu pengetahuan terus berkembang. Beberapa bahkan sangat cepat. Untuk mengikuti perkembangan ini, dan memberikan yang relevan untuk mahasiswa, maka dosen pun harus selalu belajar. Dalam kamus pedagang, aktivitas ini adalah kulakan[1]. Tanpa kulakan dengan baik, mutu pembelajaran di kelas nampaknya tidak akan maksimal.

Jadi, sangat aneh, jika ada dosen mengajar bidang ilmu yang cepat berkembang menggunakan buku terbitan tahun 1980an atau bahkan 1970an. Materi di kelas dalam tranparansi pun sudah kusam karena bertahun-tahun materi tidak berubah. Dosen yang demikian ini, gagal dalam kulakan, dan tidak menghargai dirinya sendiri dan mahasiswa.

Persiapan dosen dalam mengajar dapat dilakukan dengan banyak cara. Pertama, kulakan dengan membaca literatur yang merekam perkembangan bidang ilmu terkini yang akan diajarkan. Buku seringkali tidak cukup mutakhir, kadang perlu dilengkapi dengan jurnal ilmiah.

Kedua, mempersiapkan materi ajar yang bisa diserap oleh mahasiswa. Materi ini dapat berupa buku ajar, hands-out, slide presentasi, atau kopi jurnal/bagian buku/majalah ilmiah/bahan lain yang relevan. Materi ini akan sangat membantu mahasiswa dalam memahami konten perkuliahan.

Ketiga, mempersiapkan skenario pembelajaran di kelas. Skenario ini tidak harus tertulis, tetapi bagaimana waktu dimanfaatkan di kelas, bagaimana mahasiswa dilibatkan dalam proses, dan bagaimana materi ajar diberikan, harus sudah terpikirkan. Tetapi jika Anda mau menuliskannya, akan sangat baik dan membantu untuk transfer pengetahuan kepada yunior-yunior Anda. Hal ini menjadi sangat penting, jika Anda menerapkan student-centered learning.

Penggunaan bahasa yang mudah dipahami pun perlu dipertimbangkan. Ingat, tidak semua mahasiswa datang ke kelas dengan tingkat kematangan yang sama. Saya teringat komentar seorang mahasiswa di blog saya. “Kalo dikelas gak pernah bosan mendengarkan penjelasan bapak, bahasa yang ringan dan mudah dipahami … .” Menjadikan materi yang kompleks dan cenderung sulit menjadi mudah dipahami adalah sebuah kesenangan tersendiri. Dan, seringkali perlu pengalaman untuk menemukan yang pas. Menggunakan contoh atau metafor yang tepat seringkali sangat membantu.

Keempat, mempersiapkan fisik dan mental. Mahasiswa akan merasa sangat tidak termotivasi jika dosen datang terlambat, dengan wajah tidak segar, dan tidak semangat ketika mengajar. Dosen adalah penyebar motivasi di kelas. Tanpa persiapan yang cukup, nampaknya akan sangat sulit memotivasi mahasiswa untuk terlibat aktif dalam proses pembelajaran.


[1] Kulakan adalah aktivitas membeli barang untuk dijual kembali.

23 thoughts on “4.3 Persiapan Mengajar

    • Saya biasanya tidak menulis detil je Bu. Mungkin contoh di bawah ini bisa menjadi acuan umum. Misal saya mengajar kelas Etika Komputer, dengan materi pembajakan software, selama 100 menit. Sasaran materi ini adalah meningkatkan sensitivitas mahasiswa terhadap isu pembajakan. Saya sudah siapkan materi dalam ppt, namun tidak saya sampaikan kepada mahasiswa di kelas langsung secara utuh.

      (15 menit) Pembukaan, memberikan gambaran statistika pembajakan software global. Beberapa lembar fotokopi artikel singkat dibagikan.
      (5 menit) Pembagian kelompok (satu kelompok 5-6 orang). Misal terdapat 6 kelompok. Kelompok dipilih secara acak, atau berdasarkan tempat duduk.
      (30 menit) Diskusi kelompok pertama dengan pertanyaan: (a) mengapa orang membajak software; (b) apa masalah yang ditimbulkan akibat pembajakan software; (c) apa manfaat dari membajak software; (d) bagaimana sikap kelompok terhadap isu ini. Tiap kelompok diberi kertas ukuran A1 dan spidol, sehingga hasil diskusi langsung ditulis dengan besar dan ditempel di tembok dengan selotip.
      (30 menit) Presentasi per kelompok (@5 menit). Alat bantu presentasi adalah kertas A1 yang berisi hasil diskusi. Dosen/guru dan kelompok lain boleh bertanya. Presenter harus bergantian untuk pertemuan selanjutnya.
      (20 menit) Wrap up dan kesimpulan.

      Tentu di lapangan, skenario seperti ini dapat berubah, dan tidak haram. Saya tidak pernah menuliskan, tetapi selalu memikirkan skenario setiap kali akan mengajar.

      JIka dijalankan dengan benar, waktu 100 menit akan berlalu dengan cepat dan mahasiswa/siswa akan menikmati proses pembelajaran.

      Mudah-mudahan ada manfaatnya Bu.

  1. Assalammu’alaykum, Bapak. Salam kenal.
    Bagaimana dengan penggunaan power point ato buku acuan yg berbahasa Inggris?
    Sebagian besar mengeluh jika saya membuatnya dalam bahasa asing, padahal niat hati meningkatkan kemampuan bahasa mereka.

    • Wa’alaikumussalam Mbak Tika, Apapun yang dapat digunakan untuk membuat pembelajaran lebih menarik dan keterserapan materi lebih baik, perlu selalu diupayakan. Termasuk di dalamnya penggunaan ‘slide’ dan buku berbahasa Inggris. Tantangannya adalah bagaimana buku ini tidak malah menurunkan tingkat keterserapan materi ajar. Gabungan dua bahasa mungkin salah satu alternatifnya. ‘Slide’ dalam bahasa Inggris, tetapi dalam penyampaian digunakan bahasa Indonesia dengan ilustrasi yang sederhana dan memudahkan penyerapan. Ini juga tantangan lain. Bagi saya, materi ajar, serumit apapun, harus diupayakan untuk disampaikan dalam konsep yang sederhana dan mudah diterima. Selamat berinovasi Mbak.

  2. saya baru bekerja sebagai dosen, dan ini pengalaman kali pertama di bidang pendidikan. pengalaman pertama mengajar, saya stres seminggu sblm masuk kelas, saya sdh persiapkan dg sebaik2nya,tp bgtu dikelas, krn grogi yg terlalu berlebihan saya jd mudah lupa apa yg akan saya jelaskan, shg saya hnya baca slide saja, yg akhirnya waktu mengajar sgt singkat, saya sdh berpikir keras ingin mencari bahan pembicaraan yg menyangkut mata kuliah,tp terasa buntu. mohon masukan atau saran bgmn cara mengajar saat pertama kali di depan mhswa agar tidak grogi??

    • Mbak Intan, Tidak mengapa mempunyai pengalaman seperti itu. Selalu ada yang pertama. Saya yakin dengan bertambahkan pengalaman dan tingkap kesiapan, masalah grogi akan teratasi dengan sendirinya. Njenengan menulis ini lebih dari sebulan lalu, saya yakin kalau pun masih grogi, pasti pada tingkat yang lebih rendah. Kalau mau tip: persiapkan materi dengan baik, perbanyak membaca, dan coba melibatkan mahasiswa dalam diskusi.

  3. salam kenal pak, saya yeni,saya mau berbagi, saya mau menjadi dosen perdana pak ,maksudnya saya baru mau mencoba menjadi seorang dosen, namun saya punya kendala pak. saya sudah tamat kuliah 8 tahun lalu, tiba2 teman saya suruh saya mengajar di tempat dia mengajar, saya bersedia, tapi yang menjadi masalah bagi saya adalah dia sudah beberapa kali masuk kelas, tentu mahasiswa sudah tahu dan sudah punya penilaian tersendiri terhadap teman saya itu,intinya cara penyampaiannya bagus di mata mahasiswa, sementara bagi saya sebagai pemula,bagaimana pak?yang teman saya terangkan ketika kuliah itu sangat sulit bagi saya untuk mencoba seperti dia.adi saya takut menjadi bahan perbandingan bagi mahasiswa nantinya pak, bagaimana itu pak?

    • Salam kenal Mbak Yeni, Saya bisa pastikan, kalau Mbak Yeni tidak coba, maka tidak akan tahu bagaimana reaksi mahasiswa. Bagi saya tidak perlu menjadi orang lain. Setiap orang mempunyai gayanya. Mbak Yeni bisa ingat-ingat gaya dosen favorit 8 tahun yang lalu, atau bahkan dosen favorit dalam berbagai film. Jadikan sebagai inspirasi. Kalau Mbak Yeni selama 8 tahun terakhir sudah bekerja, cerita kontektual dari dunia kerja akan menjadikan kuliah menjadi menarik. Selamat menyebarkan kebaikan Mbak.

  4. Makasih banyak atas sarannya pak. tapi saya sudah coba, Alhamdulillah, entah kenapa saya begitu pede, dan saya lihat sambutan mahasiswa Alhamdulillia baik. namun saya harus bekerja keras untuk bisa menyampaikan materi yang harus saya sampaikan. itu adalah beban berat bagi saya pak, tapi saya akan berusaha semaksimal mungkin, mksh bnyk ya pak

  5. Salam kenal Pak Fathul. Saya Asnahwati umur 38 th di pekanbaru. latar belakang saya lulusan sekolah kejuruan kimia pak. dan sudah banyak kerja di berbagai perusahaan, terakir di PT IKPP PERAWANGRiau sebuah perusahaan penghasil kertas terbesar di asia tenggara.Th 2003 saya berhenti kerja dan asik dengan bisnis dagang pakaian dg sistim cas dan kredit. Saya baru mulai kuliah s1 ekonomi jurusan manajemen th 2008 dan lulus mei 2012. saya berhasil menyelesaikan dg waktu tercepat yaitu 7 semester. Belum wisuda saya sudah dipercaya mengajar sma di yayasan tempat saya kuliah sambil saya kuliah S2 di kota Padang setiap sabtu minggu.sebelum selesai s2 saya telah berhenti mengajar di sma karena niat untuk mencari pengalaman ngajar saja. Niat saya menjadi dosen. akirnya saya menyelesaikan s2 jurusan manajemen keuangan bulan okt 2013 kemaren. kami jurusan keuangan ada tawaran mengajar di kampus Padang dan saya sudah mengirimkan persyaratannya pak. katanya diseleksinya bulan januari.cuma baru mengajar katanya hanya dikasih kira” 10 sks dan belum dosen tetap dg perkiraan pendapatan yg masih kecil. Disamping itu saya telah mengirimkan lamaran di tempat teman saya mengajar di daerah lain di sumbar juga. rencana saya kalau diterima saya akan pindah dari pekanbaru dan tinggal di sumbar supaya lebih dekat orang tua saya yg sudah tua dan keduannya sedang sakit di kab. Agam. Saya ingin ikut merawat orang rua saya di akir hayatnya di hari libur saya tiap minggunya karena saya tidak bisa tinggal di kampung. Dari kampung saya ke padang kira 2 jam dg ongkos mobil travel Rp 40. 000. Cuma suami saya tampaknya lebih mengharapkan mengajar di pekanbaru. di yayasan saya kuliah s1 dulu, telah saya masukkan lamaran, tapi kecil harapannya. karena telah kebanyakan dosen. Jadi begitulah pak.saya lagi bingung sekarang atau istilah sekarang” lagi galau”. Apalagi ayah saya sedang sakit parah pula. saya harap-harap cemas, kapankah saya dapat panggilan dari tempat saya melamar. saya tak sabar menunggu bulan januari. sedangkan mulai ngajar sem genap bulan februari. bagaimana saya mempersiapkan bahan ajrnya nanti? apakah saya harus mempersiapkan dari sekarang bahan ajar mata kuliah yg saya sukai dan pahami saja? banyak juga kalau begitu, ekonomi makro,mikro,pengantar manajemen, manajemen keuangan I dan II, kewirausahaan, pemasaran dan lainnya. maaf saya cerita panjang lebar.harus saya ceritakan supaya bapak paham dan saya sangat mengharapkan masukan dari Bapak yg kalau bisa panjang lebar juga.

    • Mbak Asnahwati, Terima kasih sudah mau berbagi cerita.

      Kalau terkait dengan persiapan mengajar, kalau sudah pasti matakuliah yang akan diampu, akan lebih baik kalau jauh sebelumnya disiapkan. Hanya saja, saya tidak tahu apakah ada silabus yang sudah disiapkan oleh jurusan/program studi atau justru Mbak Asnah yang diminta membuat. Kalau sudah ada dan harus diikuti, sebaiknya silabus itu yang diikuti. Mungkin juga Mbak Asnah diperbolehkan untuk menyesuaikan dengan perkembangan yang ada. Selamat menyiapkan bahan ajar Mbak!

  6. Terima kasih atas sarannya pak. Tapi saya kurang puas karena tak banyak komentar dari bapak. Padahal saya telah cerita panjang lebar. Saya menharapkan komentar bapak lebih banyak lagi. Yang membuat saya bingung pak, saya belum tau mata kuliah apa yg akan saya pegang nantinya. Wong pangilan aja belum ada. Gimana tuh pak? Saya mengharapkan saran & komentar bapak. Semoga Tuhan menjadikannya pahala buat bapak.

    • Nah, kalau matakuliahnya saja belum tahu, bagaimana menyiapkan materi ajarnya Mbak. Yang dapat dilakukan ya menyiapkan diri dengan banyak membaca, terutama tentang bagaimana mengajar yang baik.

      Apalagi kalau panggilan belum ada? Yang ini sementara diisi dengan berdoa, karena usaha sudah dilakukan.

    • Biasanya, itu tergantung kesepakatan Mbak. Termasuk mempertimbangkan ketersediaan kompetensi dosen yang sudah ada.

  7. iya pak saya setuju, untuk menyeimbangi keadaan mahasiswa dan kita pribadi yaitu, dengan banyak membaca, meniru gaya2 dosen atau tenaga pengajar yang lain. dan mungkin perlu untuk kita belajar menjadi seorang komedian, sehingga kelas tidak terlihat garing dan serius. :)

  8. assalam pak,,
    saat ini saya belum mengambil kesempatan itu karena masih fokus persiapan tesis,,
    nanti kalau menjelang hari pertama mengajar di kampus, saya akan bertanya banyak, trims.

  9. Asslkm, Pak saya minta saran dari Bapak tahun ajaran baru ini insya Allah mengajar di salah satu kampuz swasta di tempat tinggal saya, masalahnya saya baru slesai S1 2012 kemarin dan insya Allah tahun ini lanjut S2 tapi sambil mengajar (dosen), sedangkan umur saya baru 24 tahun. Menurut Bapak bagaimana caranya supaya saya mampu menjalankan semuanya dengan baik mengingat umur saya masih muda untuk menjadi seorang dosen otomatis dari segi mental, pengalaman saya belum punya ditambah lagi dengan penguasaan materinya. mohon saran n solusi Bapak….trimakasih

  10. Assalamualaikum Pak, setelah membaca beberapa tautan di blogbook Bapak, izinkan saya menampilkan diri sbg bentuk terimakasih atas tulisan2 bapak yg seolah telah menjadi rambu bagi status dosen ideal. Saya merasakan telah melaksanakan point2 yg bapak sebutkan di semester pertama saya diberikan kesempatan menjadi pendidik. Terasa waktu satu minggu begitu sempit hanya u/ mempersiapkan materi 2 sks, akibat time management yg kurang efektif Dan efisien. Satu hal yg beda adalah ketika bapak menekankan ttg urgensi penggunAan kata2 yg mudah dimengerti dalam penyampaian materi (mungkin standar kompetensi mhs. Saya rasa sudah memenuhi u/ menerima kosakata2 tertentu). Saya jadi ingat kembali respon penguji skripsi saya, seorang Doktor di bidang komputer ketika sidang yg menyebutkan penggunaan kata2 dalam konteks kalimat yg …. Akhirny saya sadar bahwa sebuah karya ilmiah tidak menggantungkan hasilny kpd penggunAan kata2 Dan keindahan bahasa. Alhamdulillah, pada semester ini saya masih diberikan kesempatan mengajar kembali. Saya merasa Ada passion/ghirah u/ hal ini sembari saya memutuskan u/ meneruskan kuliah ke jenjang magister yg krn tuntutan tertentu harus berbeda dg background studi saya sebelumny. Meski terkesan pragmatis, saya berharap Allah SWT meridhoiny. Saya tertarik dg kasus penggunaan software bajakan yg bapak singgung, karena kompetensi saya di arahkan ke matkul yg erat dg penGgunaan aplikasi komputer. Kondisi ini dilematis bagi seorang pengajar baru dg idealisme menekankan arti penting nilai kejujuran bagi mahasiswny namun pd kondisi yg lain ia harus menjadi seorang yg fleksibel dlm hal masalah HaKI, pelanggaran Jak Cipta Dan tentu saja syariat agama. Saya mohon pencerahan bapak mengenai hal ini. Terimakasih, taqaballalahu …

  11. Pak Fathul mhn bantuan informasinya…umur sy 38,pendidikan s1 teknik perkapalan lulus thn 2001 kerja selama 12 tahun di bidang pelayaran kemudian sy ambil s2 manajemen lulus 2014. Sy mau jadi dosen tp bagaimana caranya?sy tdk punya kenalan di universitas ato PT .apakah sy buka website universitas atau mengantar lamaran langsung ke universitas ?trus syaratnya apa saja ya Pak untuk pemula seperti saya?sy sgt mengharapkan masukan dari BPK .terima kasih

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s