6.3 Relevansi Penelitian

Banyak orang dengan nyinyir berpendapat bahwa banyak penelitian yang tidak relevan dengan dunia praktik. Bisa jadi pendapat ini tidak salah, tetapi untuk mengatakan benar tanpa catatan nampaknya juga salah.

Diskusi tentang relevansi penelitian bukan hal baru. Hanya saja sampai sejauh ini, belum ada satupun definisi relevan yang disepakati bersama. Bagi orang pragmatis, yang kadang sangat mendekati kapitalis, penelitian yang relevan adalah yang menghasilkan produk yang bisa dikomersilkan. Mazhab ini menganggap penelitian dasar kurang mempunyai relevansi karena tidak memecahkan masalah secara langsung. Saya tidak masuk ke dalam mazhab ini.

Konsep relevansi harus diperluas. Apa yang terurai di atas adalah salah satunya. Bayangkan kalau kita melakukan penelitian dengan penerapan teknologi informasi di perusahaan-perusahaan di Indonesia, misalnya. Penelitian jenis ini sangat mungkin tidak menghasilkan produk seperti halnya mendesain sesuatu. Apakah dikatakan tidak relevan?

Bagi saya, relevansi dalam maujud dalam banyak bentuk dan melalui banyak jalan. Jika pengetahuan dari penelitian tersebut kita bagikan kepada mahasiswa, sebagai calon-calon pengambil keputusan, maka relevansi akan menemukan makna baru. Hasil penelitian akan membentuk perspektif khas Indonesia yang akan sangat bermanfaat untuk mahasiswa kelak ketika akan mengambil keputusan dalam posisi yang relevan dengan topik penelitian. Logika serupa dalam dilekatkan pada penelitian dasar.

Konsep pengukuran dampak (impact) yang diperkenalkan oleh Emerald (http://www.emeraldinsight.com), salah satu portal jurnal terkemuka layak untuk disimak. Menurut Emerald, dampak sebagai ukuran relevansi bisa dilihat dari berbagai aspek. Dampak sebuah penelitian bisa diukur dari (a) pengembangan pengetahuan, (b) pengaruhnya dalam praktik, (c) penggunaannya dalam pembelajaran, (d) pengaruhnya dalam pembuatan kebijakan publik, (e) nilai ekonomi karena proses komersialisasi, dan (f) pengaruhnya secara umum bagi masyarakat dan lingkungan.

Diskusi tentang relevansi penelitian sampai saat ini masih berlangsung dan tidak akan berakhir. Hanya dengan diskusi terus-menerus, ilmu dalam terus berkembang, dan akan memunculkan sikap saling memahami.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s