9.2 Dosen = Seniman

Mengajar: teknik, ilmu, atau seni? Tergantung dari sisi mana Anda memandang. Bisa tiga-tiganya. Coba Anda tambahkan ketiga kata tersebut di depan kata “mengajar” menjadi “teknik mengajar”, “ilmu mengajar”, dan “seni mengajar”. Nampaknya semua gabungan kata ini mempunyai nilai rasa yang bisa dicerna dengan logika.

Karena mengajar dapat dilihat sebagai seni, maka dengan segala kebebasan yang dimiliki, dosen seringkali disamakan dengan seniman. Seorang dosen, bebas memilih metode pembelajaran yang tepat, bebas mengisi silabi dengan materi yang dikuasainya, bebas meneliti topik yang menariknya, bebas bekerjasama dengan kolega yang dikehendakinya, dan kebebasan-kebebasan lainnya.

Kebebasan dalam contoh di atas adakan kebebasan dalam arti yang positif. Persis seperti kebebasan seorang pelukis memilih aliran dalam lukisan dan media lukis. Persis seperti musisi yang bebas memilih instrumen musik yang ingin dikuasai, mazhab musik (keroncong, dangdut, pop, R&B, jazz, rock, campursari) yang dikembangkan, dan bebas meramunya menjadi “adonan” musik baru (pop-dangdut, pop-rock). Atau, mungkin menjadi mazhab adaptasi seperti indo-rock.

Karena dosen adalah seorang seniman, seringkali diperlukan juga seni dalam mengatur dosen. Sebagai contoh, mazhab yang dianut dalam mengajar perlu diakomodasi dan kebutuhan yang terkait dengan kreativitasnya dalam mengajar perlu didukung. Prestasi dan “hasil karya” dosen juga perlu diapresiasi.  Bagaimana merumuskan cara mengakomodasi, mendukung, dan memberikan apresiasi adalah sebuah seni tersendiri. Tidak ada resep matang, seperti resep rendang dan opor ayam, yang dapat diterapkan di semua konteks. Konteks harus diadaptasi, tidak cukup diadopsi, karena seniman Yogyakarta tentu akan berbeda dengan seniman Cirebon, misalnya.

3 thoughts on “9.2 Dosen = Seniman

  1. Dear Mr fathul Wahid…

    Saya Irwan Budiman, Alumnus TI FTI UII angkatan 1998.
    Sempat diajar oleh bapak pada Matkul Alpro1 dan Alpro2 (Alhamdulillah keduanya saya dpt nilai A). Namun setelah 2 semester awal itu bapak melaksanakan studi di LN. Dan jujur, saya agak merasa kehilangan sosok dosen yang inspiratif.

    Tentang Dosen=Seniman….
    Saya setuju sekali, pak.
    Dosen selain sebagai pendidik dan pengajar, juga mestinya bisa menjadi seorang entertainer di kelas. Semua kan ingin bersenang-senang, tentu dengan tidak mengesampingkan substansi dari perkuliahan itu sendiri.
    Dosen selain kompeten di bidangnya, mutlak juga harus mengerti dunia seni.
    Dosen menurut saya juga harus melek musik, film, puisi, sastra, dan bidang kemanusiaan lainnya. Sebagai penyeimbang antara pemahaman teknologi dan imajinasi artistik.
    Sebagaimana diamanatkan dalam UU Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen, dosen dinyatakan sebagai pendidik profesional dan ilmuwan dengan tugas utama mentransformasikan, mengembangkan, dan menyebarluaskan ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni melalui pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat (Bab 1 Pasal 1 ayat 2).

    wasalam
    Irwan B
    (Dosen Prodi Ilkom FMIPA Universitas Lambung Mangkurat, Banjarbaru)

    • Terima kasih Mas Irwan telah mampir. Setuju dengan komentarnya: dalam mengajar harusnya ada unsur entertainmen, harus dibuat fun dan menghibur. Jika sudah demikian, maka kuliah akan ‘ngangeni’ seperti menunggu episode lanjutan sebuat film atau sinetron yang berkualita.😉 Sukses Mas untuk ‘ngedosennya’ di Banjarbaru.

  2. Buku yang bapak tulis ini patut dibaca oleh para dosen,
    terutama yang masih dalam tahap belajar seperti saya.
    Saya percaya buku ini.
    Kerena saya pernah diajar sendiri oleh sang penulisnya…
    I learned from the best.

    Terima kasih, pak…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s